Notifikasi
Baca Situs Meabisnis.com Untuk Mendapatkan Informasi Bisnis Terbaru

Peluang Bisnis Jualan Pentol

Peluang Bisnis Jualan Pentol
Peluang Bisnis Jualan Pentol

Peluang Bisnis Jualan Pentol

 

Peluang bisnis pentol merujuk pada usaha memproduksi dan menjual makanan yang disebut “pentol”, yaitu makanan yang terbuat dari tepung terigu yang dibentuk menjadi berbagai bentuk dan diolah dengan cara dipanggang atau digoreng. Berikut adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari bisnis pentol:

  1. Modal yang relatif kecil: Bisnis pentol dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil, terutama jika Anda memulainya dengan skala kecil dan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat.
  2. Pasar yang luas: Pentol merupakan makanan yang disukai oleh banyak orang, sehingga peluang pasar untuk bisnis pentol cukup luas.
  3. Pemasaran yang mudah: Anda dapat mempromosikan bisnis pentol Anda dengan cara menempel spanduk atau baliho di tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, seperti di depan kampus atau di depan pasar. Anda juga dapat mempromosikannya melalui media sosial atau dengan memberikan sampel kepada calon pelanggan.
  4. Proses produksi yang mudah: Proses produksi pentol relatif mudah, hanya membutuhkan tepung terigu, air, dan bahan pengisi seperti daging atau sayuran.
  5. Margin keuntungan yang tinggi: Margin keuntungan dari bisnis pentol cukup tinggi, terutama jika Anda mampu menjaga agar biaya produksi tetap rendah.

Namun, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa risiko yang mungkin akan Anda hadapi dalam bisnis ini, seperti kompetisi yang ketat, faktor cuaca yang tidak menguntungkan, dan kemungkinan kerusakan alat produksi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kualitas produk dan memiliki rencana cadangan untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.

 

Bussines Model Canvas Usaha Pentol

Berikut adalah Business Model Canvas dari bisnis pentol:

  1. Value Proposition: Menyediakan pentol yang lezat, bergizi, dan terjangkau dengan pilihan rasa yang variatif.
  2. Customer Segments: Pelanggan dari bisnis pentol ini adalah masyarakat umum yang menyukai makanan ringan seperti pentol, terutama anak-anak dan remaja.
  3. Channels: Bisnis pentol dapat menggunakan berbagai macam saluran untuk menjangkau pelanggan, seperti:
  • Menjual produk langsung ke pelanggan di toko atau gerai pentol
  • Menjual produk melalui media online, seperti website atau aplikasi
  • Menjual produk melalui mitra atau agen di daerah lain
  1. Customer Relationships: Bisnis pentol dapat membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dengan cara:
  • Memberikan pelayanan yang ramah dan sopan kepada pelanggan
  • Menjawab pertanyaan dan keluhan pelanggan dengan cepat dan tepat
  • Menawarkan diskon atau promo spesial kepada pelanggan setia
  1. Revenue Streams: Bisnis pentol dapat menghasilkan pendapatan dari:
  • Harga jual pentol
  • Penjualan makanan ringan lainnya, seperti keripik, es teh, dan lain-lain
  • Penjualan aksesoris pentol, seperti tas, topi, dan lain-lain

 

Rincian Bisnis Pentol

 

Berikut ini adalah contoh modal dan tabel rincian untuk usaha pentol (bakso goreng):

Modal:

  • Biaya pembelian bahan baku (daging sapi, tepung bakso, bahan pengemulsi, garam, penyedap, dll): Rp 1.000.000,-
  • Biaya pembelian alat-alat (wajan, pisau, sendok, ember, dll): Rp 500.000,-
  • Biaya pembelian kemasan (kantong plastik, pita, dll): Rp 200.000,-
  • Biaya transportasi dan distribusi: Rp 200.000,-
  • Biaya lain-lain (seperti biaya listrik, air, telepon, dll): Rp 100.000,-

Total modal: Rp 2.000.000,-

Tabel rincian:

No Nama bahan baku Jumlah Harga satuan Subtotal
1 Daging sapi 5 kg Rp 75.000,- Rp 375.000,-
2 Tepung bakso 2 kg Rp 35.000,- Rp 70.000,-
3 Bahan pengemulsi 1 kg Rp 25.000,- Rp 25.000,-
4 Garam 500 gram Rp 5.000,- Rp 2.500,-
5 Penyedap 500 gram Rp 5.000,- Rp 2.500,-
6 Wajan 1 buah Rp 250.000,- Rp 250.000,-
7 Pisau 3 buah Rp 20.000,- Rp 60.000,-
8 Ember 2 buah Rp 30.000,- Rp 60.000,-
9 Kantong plastik 100 buah Rp 1.000,- Rp 100.000,-
10 Pita 50 buah Rp 2.000,- Rp 100.000,-
Total biaya bahan baku Rp 1.000.000,-
Total biaya alat-alat Rp 500.000,-
Total biaya kemasan Rp 200.000,-
Total biaya transportasi dan distribusi Rp 200.000,-
Total biaya lain-lain Rp 100.000,-
Total modal Rp 2.000.000,-